Kamis, 31 Januari 2013

Ceritanya Sudah Sarjana

Ceritanya mau tulis tentang kehidupan tiga bulan terakhir ini, masa-masa pembuatan skripsi penuh drama. Bingung juga mau mulai dari mana...
Syukur Alhamdulillah.

Jumat, 18 Januari 2013

S.Hum

Akhirnya, setelah kurang lebih 4 bulan berjuang dengan skripsi, saya dinyatakan lulus pada saat sidang skripsi dengan nilai yang memuaskan. Sekarang sudah resmi Sarjana Humaniora, tepatnya kemarin tanggal 17 Januari 2012 pukul 14.47 (hapal banget hehe).

Pak Danny - Bu Riella - Saya -Mba Deka - Mba Airin
*) itu 2 orang yang di luar kelas si Iqbal dan Cimel. Entah kenapa mereka bisa masuk frame. hahaha 
*) latar foto ini kesukaan Mba Deka, yaitu si model iklan parfum Le Male, Robert Perovic. 

Sabtu, 05 Januari 2013

2013: Tahun Baru Cerita Baru

Sudah hampir sebulan lebih saya ga mengisi catatan hidup saya di sini. Bukan karena males atau apa, tapi memang karena belom sempat, karena sekarang ini lagi sibuk menyelesaikan skripsi jadi banyak waktu yang digunakan untuk itu (walaupun ga sepenuhnya sih, malah banyakan mainnya haha). Sebenernya hal yang paling sulit untuk memulai menulis adalah niat dan ide. Ketika ada ide tapi ga ada niat, sama juga bohong (vace versa). Sama juga seperti menulis skripsi, hanya saja gaya penulisannya berbeda dengan catatan hidup ini. Saya ga bisa janji kalo bakal rajin menulis di sini, tapi sebisa mungkin saya akan tetap menulis (dan mencari jurus jitu agar bisa selalu nulis). So, this is my first post in 2013. Enjoy :)

***


Selamat Tahun Baru - Bonne Annee - Happy New Year 2013!!


        Semua orang mengucapkan kalimat itu beberapa hari yang lalu, tepatnya pada malam pergantian tahun 2012-2013. Tapi bukan itu yang keluar dari mulut saya pada malam pergantian tahun itu, tapi SINGKONG REBUSS!!!!. Kenapa? karena pada saat itu saya sedang sendirian dan kelaperan di kamar, tiba-tiba Ayah saya datang ke kamar membawakan singkong rebus hasil panen dari kebun sendiri dan sedikit gula sebagai pemanis. Aaahhh, sungguh nikmat singkong rebs buatan Ayah! itu juga menjadi makanan pertama yang saya makan di tahun 2013 ini.
       Memang saya telat mengucapkan selamat tahun baru. Pada saat itu saya sedang malas merayakan malam tahun baru dan entah kenapa merasa biasa saja, sama seperti malam-malam lainnya. Ketika banyak orang datang ke Jakarta Car Free Night, ke Puncak, atau tempat hiburan lainnya untuk merayakan malam pergantian tahun, saya malah memilih di kamar. Ketika banyak yang tahun baru dengan pacar atau teman-teman dekat, saya malah menghabiskannya di depan leptop sama Mba (Sk)ripsi. Ketika orang-orang menyalakan petasan atau kembang api dan meniup trompet, saya malah ngetik sambil nyemil singkong rebus. What a great new year eve?! Saya rasa tidak ada yang salah dengan itu semua. Setiap orang bebas melakukan apa saja untuk merayakan malam tahun baru. Dengan selebrasi yang meriah di tempat hiburan bersama teman-teman, sekedar berkumpul bersama keluarga di rumah, atau bahkan melewatkannya dengan tidur. Saya rasa itu sah-sah saja selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
      Melewati malam tahun baru dengan biasa saja malah memberikan saya banyak waktu untuk berpikir kembali, apa saja yang sudah saya lakukan selama tahun 2012 lalu. Tahun 2012 adalah tahun pengharapan bagi saya dan Alhamdulillah sebagian besar harapan saya tercapai. Dimulai dengan trip singkat bareng Genggong ke tiga negara Asia Tenggara, mengabdikan diri (Kuliah Kerja Nyata UI) di Pulau Karimata - Kalimantan Barat selama kurang lebih satu bulan, mendapatkan pembimbing skripsi, seminar proposal skripsi, menjadi volunteer di Europe On Screen (Festival Film Eropa), buat film pendek dan menang di Festival Sinema Prancis, dan bisa merayakan ulang tahun di atas gunung Ciremai, puncak tertinggi di Jawa Barat. Semua itu berawal dari mimpi. Yah itu memang klise, tapi itu benar adanya, bahwa dari mimpi kita bisa meraih segalanya.
        Rasanya waktu cepat berlalu, ga kerasa udah Januari aja. Bila tahun lalu saya membuat to do list atau wish list yang ingin dicapai (walaupun akhirnya banyak juga yang belum tercapai), tahun ini saya belum menyiapkan itu semua. To do list, wish list, travel list, atau apapun itu rasanya masih jauh untuk dipikirkan, kecuali satu: SARJANA!! Hahaha, pokoknya tahun ini harus sarjana! Setelah itu? biarkan air mengalir... Yang pasti, tahun ini akan banyak cerita baru yang akan kita rasakan. Apakah akan ada kiamat? saya tidak tahu. Menikah? saya juga tidak tahu. Kuliah lagi atau kerja? saya juga tidak tahu. Kita jalani saja tahun ini dengan cinta kasih, usaha, dan doa. Bagaimana nantinya, biarkan semesta yang menjawab. Selamat Tahun Baru 2013!!

Rabu, 21 November 2012

Teater Sastra UI: Musuh Masyarakat


“Ketika kebenaran tenggelam ditelan berbagai kepentingan…”



Pada tahun 1830, seorang dokter di Bohemia (sekarang wilayah Czech Republic) membuat surat peringatan tentang menjangkitnya wabah kolera di daerah wisata tempat ia tinggal. Bukan pujian yang ia dapat, tapi kemarahan masyarakat, karena surat itu membuat para turis takut berkunjung. Ia pun menjadi musuh masyarakat dan terusir dari tempat tinggalnya. Di Oslo (dulu Christiania, Norwegia) pada tahun 1880, kisah serupa terjadi juga ketika seorang ahli kimia mempersoalkan kebersihan sebuah dapur umum. Kisah-kisah inilah, kemungkinan besar, yang mengilhami Henrik Ibsen untuk menulis drama berjudul Musuh Masyarakat pada tahun 1882. Ibsen sendiri sempat merasakan menjadi ‘musuh masyarakat’ setelah di tahun 1881 ia menulis dan mementaskan drama Hantu-hantu yang berkisah tentang penyakit menular seksual (syphilis) yang menjangkiti keluarga kelas menengah atas.


Di Jawa Timur belum lama ini, seorang ibu berusaha mengungkap kasus pencontekan masal yang didalangi oleh oknum pendidik di sekolah tempat anaknya belajar. Bukan dukungan yang ia dapatkan, tapi cemooh, teror dan permusuhan yang akhirnya membuat seluruh keluarganya terusir. Ini hanya satu di antara berbagai kasus yang terjadi dalam bermacam-macam versi dan variasi, namun intinya serupa: seorang tokoh menyampaikan fakta yang tidak sesuai dengan keyakinan atau harapan mayoritas masyarakat, kemudian dimusuhi karena dianggap mengusik berbagai kelompok kepentingan mayoritas yang sudah terlanjur korup. ‘Kebenaran’ yang ia ungkapkan harus berhadapan dengan benteng ‘kebenaran’ status quo.

Dengan meminjam karya Henrik Ibsen, dalam produksi kali ini, Teater Sastra UI akan mementaskan kisah individu melawan masyarakat yang berjudul Musuh Masyarakat, pada pada 23-25 November 2012, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Oleh I. Yudhi Soenarto drama tragedi modern ini diadaptasi ke dalam konteks masyarakat Indonesia masa kini, yang tentu saja telah berkembang jauh lebih kompleks dari masyarakat di jaman Ibsen hidup. Meskipun demikian, esensi yang ingin kami sampaikan tetap sama, bahwa kebenaran faktual hampir selalu kalah dari kemunafikan, kebodohan, keserakahan dan kebiasaan korup yang telah terlanjur dianggap sebagai kewajaran dan ‘kebenaran’ kolektif. Musuh Masyarakat akan ditampilkan dengan gaya realis, namun dengan set panggung yang minimalis. I. Yudhi Soenarto mengadaptasi drama ini ke dalam konteks masyarakat Indonesia masa kini agar lebih aktual dan kontekstual. Meskipun secara keseluruhan tokoh dan plot Ibsen tetap diterapkan, beberapa tokoh dan plot baru juga akan ditambahkan untuk menandai semakin peliknya persoalan di masyarakat. Drama Norwegia ini akan diproyeksikan ke sebuah kota kecil yang sedang berkembang menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia, lengkap dengan berbagai ke-Indonesia-annya.



Harga tiket bervariasi mulai dari Rp 30.000,- (balkon), Rp 50.000,- (wing), Rp 75.000,- (VIP), hingga Rp 100.000,- (VVIP).

Tiket bisa dipesan dengan menghubungi:
Astrid (0812 1896 3623) / Jocelyn (0821 1471 1040).

Untuk info lebih lanjut bisa lihat di:
Twitter: @tesasui
Facebook: Teater Sastra UI

Waktu Kunjung Pacar


Eits, ini bukan tentang saya mengunjungi pacar saya! wong saya aja masih jomblo (eaa.. kode), tapi ini tentang peran yang saya mainkan dalam sebuah film pendek garapan Nizar  dkk (Sinematografi UI) yang berjudul Waktu Kunjung Pacar. Masih inget ga teaser film pendek ini yang pernah saya publikasikan? kalo lupa atau belom lihat, silahkan liat ini :)

Alhamdulillah... Dari 69 film yang masuk ke panitia dari seluruh Indonesia, Waktu Kunung Pacar bisa masuk 10 besar dalam Kompetisi Film Pendek Nasional, Festival Sinema Prancis 2012. Awalnya ga nyangka kalo film ini bisa masuk 10 besar, tapi ternyata semua doa dan usaha kami membuahkan hasil.


Kriteria dasar dalam pemilihan 10 besar film yang masuk dalam kompetisi ini yaitu, mengutamakan kesederhanaan dalam bercerita, mampu memotret realitas keseharian, dan menyajikan cerita dengan baik; teknis serta artistik. Secara kseluruhan, film yang masuk dalam kompetisi ini memberikan gambaran tentang keberagaman cerita dari banyak sudut pandang serta latar budaya yang berbeda-beda.

Fim ini menceritakan tentang momen indah sepasang kekasih; Boim dan Imah. Candle light dinner dan mimpi mereka tentang cinta. Jangan lupa untuk tonton dan dukung film ini yahh! :)
Waktu Kunjung Pacar I Nizar I 07'54'' I Sinematografi UI I 2012
9 Desember 2012
14:00 : IFI Salemba
16:00 : Kineforum

10 Desember 2012
14:00 : Kineforum
16:00 : IFI Salemba
17:00 : Studio 1 Plaza Indonesia XXI

60 Tahun Prodi Prancis: Meneropong Prancis dari Depok




Enam puluh tahun silam, kami lahir membawa idealisme untuk mendidik manusia Indonesia yang berkarakter, tangguh, berwawasan luas, dan memiliki visi untuk membangun bangsa. Enam puluh tahun yang lalu, kami menebar asa untuk turut membesarkan Universitas Indonesia sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Dan hari ini, keinginan untuk terus berjuang itu semakin menyala-nyala, tak lekang oleh terpaan hujan dan badai yang datang silih berganti. Kami hanya ingin berbuat yang terbaik bagi keluarga besar kami, fakultas, universitas, dan tentu saja bangsa ini. 

Enam puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Melalui studi-studi tentang bahasa, sastra, linguistik, sejarah, filsafat, dan kebudayaan Prancis, kami ingin membangun manusia Indonesia yang berwawasan luas, seperti halnya program-program studi lain di lingkungan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Kesinambungan dan pengembangan keilmuan selalu dilakukan agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi para pemangku kepentingan. Kami percaya, manusia Indonesia dapat setara dan berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia bila kita juga mengetahui dan memahami kebudayaan bangsa lain. Terjadi kesepahaman dan kesetaraan dalam hubungan antarbangsa. Heterogenitas program studi di FIB UI adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Kajian dan kontribusi internalisasi pemikiran yang berasal dari kebudayaan global sesungguhnya merupakan energi positif yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Dan keberagaman adalah refleksi dari kehidupan itu sendiri. Tak ada yang harus disatukan dan tak ada pula yang harus dipisahkan. Alamiah sifatnya. Kami hanya ingin berperan sesuai nilai dan koridor yang kami pahami benar.

Enam puluh tahun adalah usia yang sangat dewasa bila tak ingin dikatakan tua. Kedewasaan ini kami peroleh melalui proses panjang dan susah payah. Peringatan 60 tahun Program Studi Prancis FIB UI pada hakekatnya adalah upaya untuk berkontemplasi dan merefleksi diri atas semua yang telah kami lakukan. Seremoni adalah bagian kecil. Hal terpenting adalah kami ingin mengenang jasa-jasa para pendahulu dan guru-guru yang telah mendidik kami menjadi manusia yang seutuhnya. Manusia yang mampu menghargai dan memanusiakan manusia lainnya. Kami ingin terus belajar untuk menghargai kehidupan itu sendiri. Kami ingin membawa kehangatan sebagai sebuah keluarga besar yang paham tentang arti kebersamaan dan kekeluargaan melalui Reuni Akbar Program Studi Prancis 2012 dan acara-acara lainnya. Saatnya bagi kami untuk merapatkan barisan agar dapat memberikan yang terbaik bagi kampus tercinta.

Enam puluh tahun ke depan dan bertahun-tahun kemudian adalah ujian dan tantangan berat yang harus dihadapi. Adalah sebuah kehormatan untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan guru-guru kami. Kami ingin terus hadir untuk membangun manusia dan bangsa Indonesia melalui segenap potensi yang kami miliki bersama seluruh sivitas akademika FIB UI. Kebersamaan yang telah kami lakukan selama puluhan tahun. Akhir kata, melalui “Peringatan 60 Tahun Program Studi Prancis FIB UI”, kami ingin melanjutkan kebanggaan yang telah terukir sejak enam puluh tahun silam. Kami ingin terus menorehkan tinta emas dalam sejarah panjang perjalanan Program Studi Prancis di kampus FIB UI tercinta. Semoga.


Panitia Pelaksana
Peringatan 60 Tahun Program Studi Prancis FIB UI

SIE HUMAS


Catatan:
Artikel ini kami persembahkan untuk rekan-rekan seperjuangan dan para pengajar yang telah pergi meninggalkan berjuta kenangan indah bagi keluarga besar Program Studi Prancis FIB UI. Teriring doa kami yang tulus dan salam rindu kepada:
(Alm) Bapak J. Kadjat Hartojo
(Alm) Ibu Nurul K. S. Oetomo
(Alm) Ibu Edlina H. Eddin
(Alm) Bapak Theo Polii
(Alm) Bapak Syahril Nursal

FESTIFRANCE 2012


Jelajah Waktu dalam Perayaan 60 Tahun Program Studi Prancis
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia



Dalam rangka memperingati 60 tahun berdirinya Program Studi (Prodi) Prancis UI, Ikatan Keluarga Besar Studi Prancis Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (IKABSIS FIB UI) mempersembahkan FestiFrance 2012 dan Reuni Akbar 60 Tahun Prancis UI. Acara ini berlangsung dari Selasa- Kamis 20-22 November dan Sabtu 24 November bertempat di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Kampus Depok.

FestiFrance merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Prancis Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB UI). Acara besar ini mulai diadakan sejak tahun 2011. Berbeda dengan acara pada tahun sebelumnya, acara Festi France 2012 ini merupakan sebuah acara yang termasuk dalam rangkaian peringatan 60 tahun berdirinya Program Studi Prancis FIB UI.

Rangkaian acara FestiFrance terdiri dari lomba bagi mahasiswa dan pelajar SMA, seminar, pertunjukan musik, dan fashion show. Acara ini akan dibagi menjadi tiga unsur, yaitu linguistik, sastra, dan budaya Prancis. Acara ini merupakan wadah bagi mahasiswa Program Studi Prancis untuk mempraktekkan ketiga unsur tersebut ke dalam sebuah rangkain acara yang dapat dinikmati masyarakat luas.


Acara FestiFrance sendiri diselenggarakan untuk memperkenalkan budaya Prancis kepada masyarakat Indonesia. Memasuki tahun kedua diselenggarakannya acara ini, FestiFrance menghadirkan tema La Machine à Voyager du Temps: Revivons le passé, accélérons vers le futur (Mesin Waktu: Menghidupkan kembali masa lalu, mempercepat masa depan). Dengan tema ini FestiFrance akan membawa kita menjelajahi Prancis dari masa ke masa.
Bersiaplah merasakan kehadiran kapsul waktu selama tiga hari FIB UI!
Ayo menjelajah waktu dan nikmati kebudayaan Prancis melalui acara-acara seru berikut ini :

Selasa 20 November 2012: 
1. 09.00 - 10.00 Pembukaan Perayaan 60 Tahun Prodi Prancis FIB UI : Festifrance 2012 dan Reuni Akbar.
2. 10.00 - 12.00 Talkshow bertema Peluang dan Tantangan Studi Prancis di Indonesia.
3. 13.00 – 16.30 Pemutaran film Prancis berjudul La Règle du Jeu (1939) (The Rules of The Games) karya Jean Renoir dilanjutkan dengan diskusi bersama John de Rantau, Sutradara film Denias, dan Ade Kusumaningrum, Publisis kenamaan Indonesia.

Rabu 21 November 2012: 
1. 09.00 – 12.00 Pemutaran film Prancis berjudul Je Vais Bien, Ne T’En Fais Pas (2006) (Don’t Worry, I’m Fine) karya Philippe Lioret.
2. 09.00 – 11.00 Lomba Presentasi Kebudayaan Prancis tingkat SMA
3. 11.00 – 13.00 Lomba Cepat Tepat tingkat SMA
4. 12.00 – 13.30 Demo masak dan seminar gastronomi oleh chef Isaura Theonardy dari Is-cakestory.
5. 13.30 – 16.00 Seminar fotografi dengan tema Recueillez Le Moment bersama dua fotografer profesional yakni Tirto Andayanto dan Hafidz Novalsyah.

Kamis 22 November 2012:
1. 10.00 – 12.00 Talkshow bersama Michelin bertema Cueillez Votre Jeunesse, Atteignez Votre Avenir oleh Nora Guitet.
2. 12.00 – 14.00 Seminar Mode sesi 1 bertema Le Cycle de La Mode (Siklus Mode) dengan pembicara Dominique Aubry (desainer Prancis), Ichwan Thoha (desainer Indonesia), dan Belina Ramadina (editor fashion Harper’s Bazaar Indonesia).
3. 14.30 – 16.00 Seminar Mode sesi 2 dengan tema Kain Tradisional Menuju Trend Mode Internasional bersama Ghea Panggabean.
4. 16.00 – 18.00 Pagelaran busana menampilkan koleksi-koleksi dari Macaroons Closet, Kloom Clogs, Jack Hammer, Esre Denim, Brodo Footwear, Josephine Wangge, RG Remigius, Dominique Aubry, dan Drupadi serta tata rias oleh Nabila Wisnubarata.
5. 18.30 – 22.00 Penampilan musik menghadirkan Gerigi, Fonetics, Melting Pot, Saphira Singgih dan Kelompok Penerbang Roket, 1st Impressions, MataJiwa serta Sir Dandy!

Sabtu 24 November 2012
Temu alumni 60 Tahun Program Studi Prancis UI


Rasakan sensasi mesin waktu hanya di FestiFrance 2012! Revivons le passé accélérons vers le futur!

Info lebih lanjut follow twitter kami @FestiFrance2012 dan @60thPrancisUI atau

Narahubung :
Desi 0856 717 5414
Dede 0812 94 166 340

Facebook : 
Festi France
60 tahun Program Studi Prancis UI

Source: http://festifrance.blogspot.com/2012/11/press-release-festifrance2012.html